Kunjungan SMK Negeri 1 Brondong ke Acara Pameran Hari Aksara Internasional Jatim 2022

Kunjungan SMK Negeri 1 Brondong ke Acara Pameran Hari Aksara Internasional Jatim 2022

Hari Rabu, 26 Oktober 2022 Guru dan Siswa SMK Negeri 1 Brondong melakukan Kunjungan ke Acara Pameran Dalam Rangka Hari Aksara Internasional Jatim 2022 yang berlangsung di Wisata Bahari Lamongan (WBL). Hari Aksara Internasional diperingati setiap tanggal 8 September.  Tema Hari Aksara Internasional 2022 Dilansir situs UNESCO, tema Hari Aksara Internasional 2022 adalah “Transforming Literacy Learning Spaces” atau “Mentransformasi Ruang Belajar Literasi”. Tema ini diharapkan menjadi kesempatan untuk memikirkan kembali pentingnya ruang belajar literasi demi membangun ketahanan dan memastikan pendidikan yang berkualitas untuk semua kalangan.

Setelah pandemi COVID-19, hampir 24 juta pelajar mungkin tidak kembali ke pendidikan formal, di mana 11 juta dari mereka kebanyakan anak perempuan dan perempuan muda. Untuk memastikan tidak ada yang tertinggal, kita perlu memperkaya dan mentransformasikan ruang belajar yang ada melalui pendekatan terpadu dan menjadikan pembelajaran literasi sebagai perspektif pembelajaran sepanjang hidup.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan bahwa literasi adalah hal penting yang berkaitan dengan upaya pencerdasan kehidupan bangsa sekaligus sebagai  dengan hak asasi manusia. Oleh karenanya, pada peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) tahun ini, Gubernur Khofifah  mengajak semua pihak untuk bersama-sama menggelorakan pentingnya masyarakat dalam berliterasi.

Di Indonesia tema tersebut diadaptasi  menjadi Transformasi Literasi dalam Konteks Merdeka Belajar. Di Jawa Timur sendiri sebanyak 2.754 (76%) SMA, SMK dan SLB telah  menerapkan  Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM ) Mandiri.

“Alhamdulillah jumlah sekolah jenjang SMA SMK dan SLB yang menerapkan IKM mandiri di Jawa Timur ini terbanyak secara nasional,” ucapnya.

Ia menuturkan target IKM mandiri di Jatim Semester I – Tahun Ajaran 2023/2024 Capai 100 Persen. Ia menerangkan bahwa kurikulum ini berpusat pada minat dan bakat siswa dengan model pembelajaran yang berorientasi project based learning.

“Semoga proses pembelajaran siswa di Jatim mampu menjawab kebutuhan kualitas SDM kedepan yang dibutuhkan, amin,” tuturnya.

Orang nomor satu di Jatim ini menjelaskan bahwa literasi memiliki kontribusi yang kuat terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang berintelektual, dan berkarakter.

Sementara literasi dipastikan berkaitan erat dengan pendidikan yang merupakan kunci peradaban setiap bangsa di seluruh dunia.

“Karena melalui pendidikan dibangun pondasi dasar SDM yang berkualitas dan berdaya saing dan menjadi Subyek pembangunan suatu bangsa,” imbuhnya.

Sedangkan pendidikan sendiri didukung dengan kompetensi dasar yang meliputi 6 komponen yaitu literasi baca tulis, literasi berhitung, literasi sains, literasi teknologi informasi, literasi keuangan, dan literasi budaya dan kewarganegaraan.

Namun, Gubernur Khofifah menegaskan bahwa di era teknologi informasi dan komunikasi saat ini memiliki bekal literasi dasar saja tidak cukup. Pasalnya ia menilai literasi digital saat ini adalah bagian dari keterampilan dan bahkan kebutuhan.

“Saya rasa literasi digital saat ini menjadi kebutuhan, seperti kita semua tahu hampir semua hal saat ini telah menggunakan digital sistem,” tegasnya.

Dirinya mengungkapkan berbagai program telah dilakukan oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam menggalakkan program literasi secara masif.

Diantaranya gerakan membaca, gerakan literasi sekolah, gerakan literasi keluarga, dan gerakan literasi masyarakat yang secara aktif memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

“Di lingkup keluarga yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan pemahaman dan membuat kesepakatan antara orang tua dan anak kapan anak harus belajar, kapan anak bisa bermain, kapan anak berinteraksi sosial,” ungkapnya.

Gubernur Khofifah berharap peringatan HAI ke – 57 ini dapat menjadi solusi dari permasalahan yang berkaitan dengan keaksaraan di Jawa Timur. Ia mengungkapkan masih banyak tugas Pemprov Jawa Timur untuk menggalakkan literasi di Jawa Timur dan meningkatkan indeks Pembangunan Manusia di Jawa Timur.

“Semangat hari aksara harus bisa menjadi motivasi bagi kami di Pemprov Jatim dan semua pihak untuk bersama-sama berupaya mengingatkan IPM melalui penerapan IKM mandiri serta berinovasi  kaitan dengan literasi digital khususnya di Jawa Timur,” pungkasnya.

 

0 Shares

adminocto

Leave a Reply

Your email address will not be published.