Manfaat Menulis bagi Anak

Manfaat Menulis bagi Anak

Keterampilan menulis sering dianggap sebagai puncak dari empat keterampilan berbahasa. Dimana seseorang harus memulai dengan menyimak, berbicara, membaca dan yang terakhir adalah menulis. Keempat keterampialn berbahasa tersebut memang saling terikat dan terhubung. Seseorang akan memulai mengenal bahasa mulai dari apa yang dia dengar. Kemudian mencoba menerapkannya dalam bentuk ucapan. Seiring berkembangnya kemampuan berbahasanya, maka seseorang juga akan melatih keterampilannya dalam membaca dan menulis.

Salah satu hal yang bisa dilakukan oleh seseorang dalam menunjukkan ide dan gagasannya adalah melalui kegiatan menulis. Kegiatan menulis ini bukan hanya dilakukan oleh orang dewasa saja, tetapi anak-anak juga akan melakukannya sebagai cara mengekspresikan dirinya. Namun di masa sekarang keterampilan menulis yang dimiliki oleh Anak sangatlah kurang. Mereka seolah tidak memiliki ide yang akan mereka tulis dalam tulisan mereka. Imajinasi mereka seolah tidak muncul untuk mengekspresikan apa yang ada dalam pikiran mereka. Selain itu, mereka juga selalu berpikir bahwa tulisan yang akan mereka buat bukanlah tulisan yang akan disukai oleh pembacanya. Bahkan mereka sering kesulitan dalam merangkai kata-kata yang cocok untuk menggambarkan gagasan mereka.

Semua permasalahan yang dialami oleh anak tentu memiliki sebab. Sebab yang bisa terlihat adalah anak tidak memiliki kebiasaan untuk membaca buku. Mereka seolah tidak terbiasa menikmati sebuah buku untuk mengisi waktu luang mereka. Mereka lebih banyak disibukkan dengan bermain game atau sekedar berselancar di dunia maya.
Padahal keterampilan membaca dan menulis sangat berkaitan. Anak-anak yang terbiasa membaca, maka akan memiliki rasa kebahasaan tertulis, yang merupakan dasar dalam pengembangan tulisan anak.
Seorang anak yang terbiasa menulis sebuah cerita dan puisi akan memiliki ketelitan yang jauh lebih besar. Mereka mulai memperhatikan bagaimana seorang penulis menulis semua alur kejadian dalam ceritanya di setiap adegannya, lalu bagaimana seorang penulis menggambarkan karakter tokoh, atau bahasa yang dipilih oleh penulis dalam menggambarkan suatu kejadian dalam bentuk pengibaratan sesuatu.
Hal tersebut menjadikan tulisan yang dibuat oleh anak semakin bagus dari segi kebahasaannya. Mereka tidak akan bingung ketika memilih kata yang nantinya akan terbentuk menjadi tulisan yang merupakan karya asli dari imajinasi mereka.

Selain apa yang disampiakn di atas ada beberapa faktor yang mempengaruhi keterampilan menulis:
1. Faktor internal yang mempengaruhi keterampilan menulis pada anak a. Minat
Minat merupakan bagian yang terpenting yang harus ditanamkan dalam diri seorang penulis. Karena seorang penulis yang memiliki minat yang kuat dalam kegiatan menulis yang dia tekuni, maka akan berusaha akan membuat tulisan yang baik dan benar.
b. Motivasi
Dengan motivasi seorang penulis akan berusaha mencapai tujuan yang diingan dari tulisan yang telah dibuatnya. Melalui motivasi inialah seorang penulis akan melakukan berbagai hal untuk menjadikan tulisannya sesuai dengan target yang ingin dicapainya.
c. Intelegensi
Seseorang yang memiliki intelegensi yang baik akan memiliki kemungkinan yang lebih besar dalam menghasilkan tulisan yang baik dan berkualitas.

2. Faktor eksternal yang mempengaruhi keterampilan menulis pada anak

a. Sarana dan alat yang tersedia
Sarana dan alat dalam menulis juga mempengaruhi keterampilan menulis anak. Dalam hal ini biasanya terjadi pada anak-anak yang berada di derah terpencil yang tidak memungkinkan mendapatkan sarana dan alat untuk melatih keterampilan menulisnya. Sehingga keterampilan meulis anak tidak terasah atau malah tidak pernah diajarkan.
b. Lingkungan sosial penulis
Lingkungan sosial penulis sangat mempengaruhi keterampilan menulis anak. Anak yang memiliki lingkungan sosial yang mendukung untuk mengembangkan keterampilan menulisnya, maka akan memiliki kesempatan menulis sebuah tulisan yang baik. Sedangkan anak yang tidak memiliki lingkungan sosial yang baik untuk mengembangkan keterampilan menulisnya akan memiliki keterbatasan dalam menembangkan gagasannya dalam bentuk tulisan.
c. Refrensi yang digunakan untuk menulis atau menyampaikan gagasannya Melalui refrensi yang tepat anak akan lebih mudah memgembangkan gagasannya, sehingga akan mempermudan anak untuk menghasilkan sebuah tulisan yang baik.

Melatih anak untuk gemar menulis merupakan kegiatan yang penting, hal itu didasarkan atas:
1. Rasa suka terhadap menulis merupakan pra-syarat untuk keberhasilan di bidang apa pun.
Melalui rasa suka terhadap kegiatan menulis, maka secara tidak langsung seorang anak juga akan menyukai berbagai bentuk tulisan. Hal inilah yang menjadikan anak terbiasa untuk membaca. Semakin banyak hal yang di abaca, maka semakin banyak hal yang dia ketahui. Hal inilah yang menjadikan anak memiliki kesempatan untuk berhasil di bidang apa pun.
2. Anak yang gemar menulis dan banyak menulis secara mandiri akan mengembangkan gaya pribadi mereka.
Anak yang terbiasa menulis secara tidak langsung telah menunjukkan gaya atau keperibadiannya melalui tulisannya. Hal inilah yang menjadikan anak tersebut secara sadar atau tidak akan lebih mudah menjukkan keperibadiannya di masyarakat. Mealalui hal inilah yang tidak jarang menjadikan anak lebih percaya diri.
3. Anak yang terbiasa menulis mandiri akan belajar cara menulis dengan fokus dan jelas.
Anak yang terbiasa menulis akan lebih mudah menyusun dan menfokuskan sendiri pikiran mereka, tidak terkecuali saat mengerjakan ujian berbentuk essai. Mereka sudah terbiasa menuliskan apa yang ada dalam pikiran mereka dalam bentuk tulisan yang kominkatif dan mudah dipahami orang lain.
4. Anak-anak yang menikmati tulis-menulis jarang menunda-nunda menyerahkan tugas berupa tulisan
Dalam proses pembelajaran Bahasa Indonesia anak sering diminta mengumpulkan tugas berupa tulisan. Jika anak terbiasa menulis, maka dia tidak akan menunda-nunda mengerjakan tugas tersebut dan langsung mengumpulkannya kepada gurunya.
5. Anak-anak yang suka menuls dan sering menulis lebih memahami hal-hal yang dibacanya
Anak-anak yang gemar membaca akan memperoleh rasa kebahasaan tertulis, yang sangat berpengaruh bagi tulisannya. Anak-anak yang terbiasa menulis akan lebih teliti terhadap apa yang dibacanya. Tidak terkecuali saat membaca bacaan sastra.
6. Anak-anak yang gemar menulis (dan membaca) menjadi murid yang mudah unggul dalam mata pelajaran
Anak yang suka menulis (dan membaca) akan terbiasa memiliki pemahaman bahasa yang lebih andal. Hal ini disebabkan pelajaran yang mereka temui semakin lama semakin sulit. Sehingga mengahruskan anak terbiasa membaca buku-buku tingkat lanjut.
7. Anak-anak dengan kebiasaan menulis pribadi yang mandiri mempunyai cara yang mudah untuk mengatasi trauma emosional.
Anak-anak yang memiliki ketertarikan dalam menulis akan lebih mudah mengatasi trauma emosional mereka. Mereka menunjukkan apa yang mereka rasakan dengan cara yang baik, yaitu melalui tulisan. Tulisan yang mereka buat bisa berupa catatan harian, merubah pengalaman mereka dalam bentuk cerpen atau menjadikannya puisi yang memiliki diksi yang indah. Hal ini akan menguragi stress yang terjadi kepada anak.

Kegiatan menulis selain penting juga memiliki manfaan bagi anak. Adapun manfaat menulis bagi anak menurut Amelia Hirawan sebagai berikut:
1. Meningkatkan Intelegensi
Melalui kegiatan menulis, anak akan berusaha membuat tulisan yang baik. Hal itu membuat anak akan melakukan riset dan berusaha memperkaya kosa kata yang dia miliki. Selain itu, untuk menyelesaikannya maka anak akan berusaha membuat tulisan yang sistematis dan terstruktur. Semua yang diusahakan anak dalam menghasilkan sebuah tulisan akan mengembangkan kemampuan verbalnya dan meningkatkan kualitas akademisnya, karena di dunia sekolah anak tidak akan pernah terpeas dari kegiatan menulis.
2. Media Terapi
Melalui tulisannya anak cenderung menyampaikan pengalamnnya atau bahkan memasukkan keperibadiannya dalam tokoh yang dia tulis. Sehingga melalui tulisan inilah seorang anak terkadang menyampaikan apa yang pernah dia alami. Selain itu, melalui tulisan juga digunakan anak sebagai penyalur emosi yang dia rasakan.
3. Berlatih memecahkan masalah dan mengambil kesimpulan
Anak-anak sering mampu membuka cerita kemudian menyusun konflik. Tetapi sedikit dari mereka yang mampu untuk menutup cerita tersebut. Hal itu dipengaruhi dengan kemampuan anak dalam menyelesaikan masalah besar sendiri. Sehingga melalui kegiatan menulis secara utuh dapat mengasah kemampuan anak untuk menyelesaikan masalahnya.

Dari penjelasan yang telah disampaikan di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa mengembangkan keterampilan menulis sangat penting dan bermafaat bagi anak. Baik bagi perkembangan jiwa anak juga dalam kegiatan belajarnya. Kebiasaan anak untuk menulis akan meningkatkan kemampuannya dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi. Hal inilah yang nantinya sangat membantu anak dalam menjalani kehidupannya. Jadi, mari ajarkan keterampilan menulis kepada anak, demi masa depannya nanti.

Ditulis oleh Ibu Lusy Lestari, S.Pd.

Guru Mapel Bahasa Indonesia.

Tautan :

https://drive.google.com/file/d/1ZLZ3zWmr2pgJwkcWTMGdh9EhrQH6zfH_/view?usp=sharing

0 Shares

One thought on “Manfaat Menulis bagi Anak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *