Pendakian Pertama Ekstrakurikuler Siswa Pecinta Alam (SISPALA) “MBOIS ADVENTURE” SMK Negeri 1 Brondong Ke Gunung Penanggungan Puncak Pawitra

Pendakian Pertama Ekstrakurikuler  Siswa Pecinta Alam (SISPALA)  “MBOIS ADVENTURE” SMK Negeri 1 Brondong  Ke Gunung Penanggungan Puncak Pawitra

Pendakian Penanggungan ini dilakukan bersama Ekstrakurikuler SISPALA MBOIS ADVENTURE SMK NEGERI 1 BRONDONG pada 29 Oktober 2016. Waktu itu sedang semangat-semangatnya siswa-siswa kelas XII TKR yang mendengar cerita pendakian dari saya (Abdul Choliq) guru sekaligus wali kelasnya. Tak berselang lama, terkumpullah gagasan untuk pendakian ini. Anggota pendakian Penanggungan yakni saya sendiri, Abdul Choliq (Pembimbing) dan anggota SISPALA MBOIS ADVENTURE yaitu Abdurrohman (XII TKR), Ainur  Rohim (XII TKR), Dian Widianto (XII TKR), Ahmad Dwiki (XII TKR), Felix Elsha (XII TKR), Afiql Bahri (XII TKR), Nur Faizin (XII TPM), dan Suprayetno (XII TKJ) dan tak lupa cak Slamet teman sekampung saya yang ikut juga bergabung di tim ini. Setelah persiapan clear, logistic, informasi pendakian dan juga keperluan lain yang berhubungan dengan aktivitas pendakian kami berjalan oke, berangkatlah kami.

1

Sabtu pagi pkl 10.30 tanggal 28 Oktober 2016 kami berangkat dari SMK N 1 Brondong menuju Trawas. Memakan waktu 4,5 jam pkl 15.00 WIB kami sampai di pos awal perizinan pendakian gunung Penanggungan. Biaya perizinan hanya Rp. 8.000 saja. Di pos perizinan terdapat juga banyak warung makan, penitipan motor, dan penyedia jasa persewaan peralatan pendakian, namun alangkah lebih baiknya kalau perlengkapan pendakian disiapkan dulu semua dari rumah sebagai antisipasi kalau seandainya persewaan peralatan pendakian di Penanggungan rent out atau mungkin terdapat kendala lainnya. Setelah mengurus perizinan pendakian dan beli makan di warung sekitar, pkl 16.00 WIB kami memulai pendakian. Sebelumnya kita sholat dhuhur dan ashar di jama’ dan setelah itu persiapan berdoa.

3

Berdasarkan informasi yang kami dapat, pendakian gunung Penanggungan cukup dilalui dengan waktu tempuh waktu 4-5 jam untuk sampai di Puncak, cukup singkat. Dari pos perizinan sampai Puncak Bayangan makan waktu 2 jam, namun karena dalam tim ada yang sedang tidak enak badan dan kami sering berhenti untuk istirahat, butuh waktu 2,5 jam untuk kami sampai. Pemandangan di hutan Penanggungan seperti hutan-hutan gunung lain pada umumnya. Jalur trek lumayan terjal dengan kemiringan berkisar antara 45-50 derajat atau bahkan lebih. Pkl 18.30 WIB kami sampai di Puncak Bayangan.

5

Pemandangan di Puncak Bayangan sungguh amat sangat indah sekali banget! Walaupun ketinggian gunung Penanggungan yang tergolong rendah yakni 1653 mdpl, tapi ternyata tak mengurangi kekerenan view Penanggungan. Mendirikan tendapun kita mulai dan setelah tenda selesai dipasang kamipun mulai memasak mie instan. Setelah shalat dan makan, saat itu sedang sejuk-sejuknya, kami duduk-duduk dan nongkrong santai juga bercengkrama, sambil mata dan pikiran kami sesekali takjub oleh lukisan keren Tuhan di pelupuk mata kami. Kami dapat pandangi gunung Arjuno tepat menghadap Puncak Bayangan. Awan dari kejauhan tampak berjalan anggun beriringan, halus berlekuk-lekuk dan ada yang berbongkah seperti papan. Angin sepoi-sepoi menerpa muka kami, juga menghempas pelan perdu rerumputan ilalang yang kemudian tampak seperti menari-nari. Sungguh benar-benar malam yang membuat kami larut dan tenggelam dalam indahnya lukisan dari Tuhan, sebaik-baiknya pelukis. Memang tempat-tempat indah seharusnya dikunjungi dan dilihat menggunakan mata kepala sendiri biar makin dalam syukur pada nikmat Tuhan…

6

Kami harus melanjutan kembali perjalanan. tujuan pendakian hari kedua memang langsung Puncak Pawitra, Penanggungan. Dari Puncak Bayangan menuju puncak Penanggungan memakan waktu sejam lebih. Menuju puncak pawitra kita mulai sekitar pukul 03.30 WIB har minggu, tanggal 30 Oktober 2016. Trek menuju puncak Pawitra tergolong terjal dengan medan pijakan kaki yang didominasi batuan cadas, harus ekstra hati-hati terutama saat musim hujan. Kami sampai di puncak Pawitra pkl 05.00, langsung sholat subuh.. Kami langsung jalan-jalan berkeliling seputaran lembah kecil di puncak Penanggungan. Pemandangannya kembali lagi amat sangat kece, disinilah kami menghabiskan memori card untuk foto-foto bersama para pendaki yang lain.

7

Sebelum kembali ke puncak bayangan,  kami langsung menyasar logistik dan bahan-bahan makanan untuk dimasak. Kami makan dengan lahapnya, juga dengan senda gurau dan ketawa lepas bersama sispala Mbois Adventure, syahduuuuuuu…

11

Akhirnya sampai pula pada saat kami harus turun ke puncak bayangan. Setelah berkemas dan pastikan tak ada barang dan sampah yang tertinggal, kami turun dari puncak Pawitra 1653 mdpl, makan waktu hanya 30 menit dari ke puncak bayangan. Waktu itu sedang cerah, sesekali sewaktu-waktu cuaca berubah, dan kami langsung berebut untuk berfoto. Pkl 07.30 WIB kami mulai menuruni gunung. Ada kejadian lucu saat perjalanan kami turun, waktu ada salah satu anggota tim yang kebelet buang air kecil (pipis), karena berada di area yang terbuka maka tanpa malu langsung saja pipis di tempat tertentu. Agar tidak ketahuan orang lain maka cukup dengan NEK NGUYUH MEREM MRIPATE BEN GAK KETOK UWONG artinya kalau kencing pejamkan mata agar tidak terlihat orang lain, hhhh

9

Setelah istirahat sebentar di puncak bayangan, kami segera mengemasi tenda dan perlengkapan lain. Dan pukul 09.00 WIB, kami mulai turun untuk menuju pos perizinan. Kami jarang berhenti pada waktu turun. Baru bisa sampai di pos awal perizinan pkl 11.30 WIB. Sesampainya di pos perizinan kami langsung saja makan di warung yang ada di dekat pos tersebut. Hati kami puas dan senang horeeeee… kami segera melapor ke petugas pos bahwa anggota tim kami telah kembali dengan selamat, sambal serahkan kantong sampah pendakian. Setiap kantong sampah yang diserahan pada petugas akan mendapatkan reward dan kenang-kenangan dari petugas pos perizinan dengan stiker pendakian untuk sebagian anggota tim. Oiya, nama dari tim pendakian kami jangan lupa  #MBOIS ADVENTURE#.

8

Demikian catatan tim pendakian #MBOIS ADVENTURE# di gunung Penanggungan, sebuah perjalanan yang menjadi catatan, ditulis, kemudian menjadi kisah.  Pawitra beserta hutan dan perdu rerumputannya, semai rinduku untuk kembali.

 

0 Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *